RUMAH IMPIAN SAYA

 RUMAH IMPIAN SAYA


Rumah impian saya adalah rumah sederhana satu lantai yang terasa hangat dan menenangkan. Warna rumah ini perpaduan antara biru muda dan putih, menciptakan kesan damai dan bersih. Rumah ini dihuni oleh enam orang, dengan suasana kekeluargaan yang selalu terasa setiap harinya. Meskipun sederhana, rumah ini menjadi tempat yang penuh tawa, cerita, dan kebersamaan.


Di bagian depan rumah terdapat taman bunga kecil di sisi kiri, ditanami bunga berwarna merah, kuning, dan ungu yang mekar setiap pagi. Sementara di sisi kanan, terdapat taman buah dengan beberapa pohon jambu, mangga, dan pisang. Ketika musim berbuah tiba, keluarga saya bisa memetik buah langsung dari pohonnya, sambil menikmati suasana desa yang sejuk dan tenang.


Teras rumah dibuat cukup luas, dilengkapi dengan kursi kayu dan meja kecil untuk bersantai di sore hari. Dari sana, kami bisa melihat pemandangan hijau di sekitar rumah, mendengar suara burung, dan menikmati angin yang berhembus lembut. Di bagian belakang rumah, terdapat sedikit ruang kosong yang bisa digunakan untuk menanam sayuran atau sekadar tempat bermain anak-anak.


Bagi saya, rumah impian bukan tentang kemewahan, tetapi tentang suasana yang menenangkan dan kebersamaan keluarga di dalamnya. Rumah ini adalah tempat untuk pulang, tempat di mana setiap anggota keluarga merasa diterima dan dicintai. 🌿

Komentar

  1. Nama: Ferlina Tamarisca Sinaga
    Npm: 24110027

    1. Pelibatan indra: Menurut saya, dalam narasi di atas melibatkan indra pengelihatan, contohnya dalam kalimat "Warna rumah ini perpaduan antara biru muda dan putih, menciptakan kesan damai dan bersih", dan kalimat "Di bagian depan rumah terdapat taman bunga kecil di sisi kiri, ditanami bunga berwarna merah, kuning, dan ungu yang mekar setiap pagi", dan kalimat "Sementara di sisi kanan, terdapat taman buah dengan beberapa pohon jambu, mangga, dan pisang", dan kalimat "Teras rumah dibuat cukup luas, dilengkapi dengan kursi kayu dan meja kecil untuk bersantai di sore hari. Dari sana, kami bisa melihat pemandangan hijau di sekitar rumah, mendengar suara burung, dan menikmati angin yang berhembus lembut. Di bagian belakang rumah, terdapat sedikit ruang kosong yang bisa digunakan untuk menanam sayuran atau sekadar tempat bermain anak-anak." Semua kalimat tersebut menggunakan indra pengelihatan untuk dapat membayangkan suasana rumah impian tersebut.

    2. Pembawa suasana: Dalam narasi di atas, penulis menggunakan alur maju. Penulis mampu membuat si pembaca seolah-olah bisa melihat atau membayangkan suasana rumah impian dari si penulis.

    3. Penyusunan kata: Menurut saya, susunan katanya sudah cukup menarik dan rapi.

    Tampilan penulisan: Menurut saya, tulisan di atas kurang menarik apabila tidak ada ilustrasi gambar yang dicantumkan dalam tulisan tersebut. Narasi tersebut juga sudah menunjukkan kesederhanaan sesuai dengan rumah impian sang penulis.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Senja yang Hilang”

BJ Habibie: Dari Mimpi di Langit Parepare hingga Menjadi Inspirasi Bangsa

Lindt LINDOR🍫🧀